Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak saat turun langsung memadamkan Karhutla di kawasan Kecamatan Pontianak Tenggara beberapa hari lalu. (libassonline)

Pontianak, libassonline.com – Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, mencatat sudah sebanyak 40 hektare lahan gambut di kota itu terbakar sepanjang musim kemarau tahun 2021.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, mengatakan, pihaknya sudah mengambil tindakan tegas terhadap pemilik lahan, baik yang lahannya terbakar karena kelalaian maupun sengaja dibakar dengan memberikan sanksi berupa menyegel agar tidak bisa dimanfaatkan tiga hingga lima tahun sejak lahan itu terbakar, Rabu (3/3/2021).

“Kami juga sudah menyegel lima lokasi lahan yang terbakar dan memberikan sanksi dengan tidak memberikan perizinan dalam bentuk apapun selama lima tahun sejak awal terjadinya kebakaran di lahan tersebut,” ujarnya.

Seperti pada kebakaran hutan dan lahan di Jalan Sepakat 2 Pontianak Tenggara pada 28 Pebruari lalu yang sekarang kasusnya sedang berjalan ditangani oleh Direktorat Reskrimsus Polda Kalbar, tersangka berniat menanam cabai di lahannya seluas 10×20 meter persegi, SB (40 tahun), justru ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, lahan tersebut ia buka dengan cara membakar dengan ban bekas. Akibatnya, hutan dan lahan seluas hampir 5 hektare di Jalan Sepakat 2 Pontianak Tenggara terbakar.

Akibat perbuatan tersangka, lahan seluas hampir 5 hektare di Jalan Sepakat 2 Pontianak Tenggara terbakar, dan membuat kabut asap yang cukup tebal di Kota Pontianak dan sekitarnya. Bahkan pemadam kebakaran cukup kesulitan memadamkan api, karena luasnya luasnya lahan yang terbakar.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menambahkan, pihaknya akan menindak tegas terhadap pemilik lahan maupun pembakar lahan yang mengakibatkan kerugian banyak pihak, dalam menekan semakin meluasnya lahan gambut yang terbakar di musim kemarau tahun ini.

“Kami juga telah bekerjasama dengan Kantor Pertanahan Kota Pontianak untuk menelusuri status kepemilikan lahan-lahan yang terbakar tersebut untuk diberikan sanksi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go mengatakan, hingga saat ini jajaran Polda Kalbar sudah menetapkan delapan tersangka perorangan dari tujuh kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di provinsi itu tahun 2021.

Dia menjelaskan, tujuh kasus Karhutla itu, ditangani sejak Januari hingga Februari 2021. “Kedelapan tersangka itu sedang diproses dari tujuh laporan polisi yang kami terima,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuh kasus yang terungkap itu ada di beberapa polres, dan terbanyak ada di Polres Mempawah yaitu sebanyak tiga kasus, dan Polres lainnya sebanyak satu sampai dua kasus.

“Luas lahan yang terbakar akibat ulah delapan orang tersangka itu mulai dari tiga hektare hingga 14 hektare. Kedelapan pelaku ditangkap berasal dari Kota Pontianak tiga orang, Kabupaten Kubu Raya satu orang, Kabupaten Mempawah tiga orang, dan dari Kabupaten Kayong Utara satu orang,” ungkapnya.

Sedangkan untuk korporasi, saat ini Tim dari Ditkrimsus Polda Kalbar sedang melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran, ada beberapa hotspot pantauan satelit berada di wilayah konsesi perusahaan, katanya.

“Perkembangannya akan kami infokan kemudian, dan sampai dengan saat ini tim terus berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda Kalbar. (Editor/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: