Kawasan pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. (libassonline)

Jakarta, libassonline.com – Menteri BUMN Erick Thohir berencana mempercantik kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa untuk dijadikan destinasi pariwisata terpadu yang dapat menjadi tempat bersandar Kapal Persiar, seperti pelabuhan Labuan Bajo atau Bali.

Pelabuhan ini juga akan terintegrasi dengan Kota Tua yang bertujuan mewujudkan Kota Tua-Sunda Kelapa yang modern dengan tetap mempertahankan nilai heritage.

Menurut mereka, hal tersebut bertujuan untuk memikat ketertarikan turis lokal.

“Kita punya mimpi bersama dengan Pak Gubernur bagaimana Sunda Kelapa bisa kembali bersandar kapal Cruise yang bisa representatif, seperti yang kami sekarang sedang bangun di Bali ataupun di Labuan Bajo. Kalau kita bangun di Bali dan Labuan Bajo, kenapa Jakarta tidak. Nah, karena itu fasilitas pendukungnya juga harus dibangun,” tuturnya.

Erick Thohir mengungkapkan, selama ini turis lokal belum dilayani dengan baik. Padahal, sebelum pandemi COVID-19 data pariwisata menunjukkan bahwa 78 persen adalah turis domestik. Karena itu, pihaknya tidak akan ragu untuk membantu Anies dalam membangun dan memfasilitasi turis domestik.

“Karena pelayanan turis domestik tidak kalah penting dengan pelayanan turis internasional,” ucapnya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Erick dan Anies melalui BUMN dan BUMD berkolaborasi membentuk joint venture antara tiga entitas, yakni Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (JXB), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Adapun Kolaborasi BUMN dan BUMD di atas ditandai dengan penandatanganan dokumen Perjanjian Pokok atau Head of Agreement (HoA) yang dilakukan oleh Direktur Utama JXB Novita Dewi, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dan Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat.
Lakukan revitalisasi dan integrasi transportasi

Selain menata kawasan menjadi wisata yang ramah pejalan kaki, BUMN dan BUMD juga akan melakukan revitalisasi, dan mengintegrasikan transportasi di kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa.

Keterlibatan BUMN Pariwisata ITDC dalam pengembangan Kota Tua-Sunda Kelapa mengingat daya tarik di kedua lokasi tersebut berupa bangunan dan fasilitas yang mayoritas merupakan aset milik BUMN seperti Pelabuhan Sunda Kelapa milik Pelindo 2, Stasiun Kota/BEOS milik KAI, Museum Bank Mandiri milik Bank Mandiri, dan lain sebagainya.

“Saya, Pak Gubernur, dan seluruh Kementerian mendukung ide ini dan alhamdulillah kita juga sudah melakukan beberapa kali rapat dengan ITDC. Tinggal nanti bagaimana dukungannya supaya mimpi ini menjadi kenyataan tidak hanya wawasan-wawasan yang hanya dikenang di kemudian hari,” tuturnya. (Editor/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: