Ilustrasi tangkapan layar saat pengunjung memadati salah satu tempat hiburan malam yang ada di Kota Semarang, sebelum petugas gabungan membubarkannya, Minggu dini hari (13/6/2021). (libassonline)

Semarang, libassonline.com – Satpol PP Kota Semarang bersama TNI Polri dan petugas medis, membubarkan kerumunan di sejumlah tempat hiburan malam.

Selain tempat pijat terapis serta karaoke, petugas gabungan juga mendatangi resto dan bar yang ada di Kota Semarang.

Tim medis juga melakukan swab antigen kepada pengunjung serta pegawai tempat hiburan yang didatangi oleh petugas.

Operasi tersebut digelar untuk menegakan Perwal mengenai batasan jam operasional, dan penerapan Prokes di tengah pandemi.

Dalam operasi yang digelar sejak Sabtu (12/6) malam hingga Minggu (13/6) dini hari, tim gabungan menemukan kejanggalan di tempat hiburan malam berlantai dua, yang ada di dekat kawasan Simpang Lima Semarang.

Di mana pemilik tempat hiburan malam sengaja mematikan lampu pada lantai satu untuk mengecoh petugas, dan tetap membuka lantai dua untuk pengunjung meski telah melewati batas jam operasional yang ditentukan di masa pandemi.

Petugas gabungan pun tak pandang bulu saat menjalankan tugasnya, dan masuk ke lantai dua di tempat hiburan malam yang menjual minuman keras tersebut.

Petugas pun mendapati ratusan anak muda sedang asyik menikmati alkohol tanpa mematuhi protokol Kesehatan.

Bahkan di antaranya setengah sadar, dan tak menggubris imbauan petugas untuk segera meninggalkan tempat hiburan tersebut.

Tak hanya diam, petugas gabungan bertindak tegas, dan memberi peringatan ke pengunjung tempat hiburan yang ada di Jalan Ahmad Yani itu.

Mendengar imbauan itu pengunjung pun membubarkan diri satu persatu. Namun di tengah pengunjung lainnya mulai pergi, sejumlah pemuda berusia tanggung masih saja belum meninggalkan meja mereka dan masih menikmati minuman beralkohol.

“Sebentar pak saya habiskan dulu, sayang kalau ditinggal, bayar di sini mahal,” kata satu di antara pemuda yang tak mau disebutkan namanya, sembari ditunggui petugas, Minggu dini hari (13/6/2021).

Setelah kembali menenggak alkohol, ia pun beranjak dari meja bersama rekan-rekannya.

Mereka berjalan beriringan dengan langkah sempoyongan, dan diarahkan petugas menuju pintu keluar.

Selain tempat hiburan malam di Jalan Ahmad Yani, petugas juga mendatangi tempat hiburan di kawasan kota lama. Bahkan di satu tempat hiburan di kawasan itu disegel oleh petugas, lantaran melanggar jam operasional dan protokol kesehatan di tengah pandemi.

Dikatakan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, ada dua tempat hiburan malam yang disegel sementara dalam penertiban.

“Tempat itu melanggar aturan yang sudah dikeluarkan di masa pandemi, jadi kami segel dan tidak boleh beroprasi selama dua hari, dua tempat itu Holywings di Kota Lama, dan Bowery Resto di Jalan Ahmad Yani,” ujarnya.

menurutnya, penularan Covid-19 di Kota Semarang cukup tinggi karena per Sabtu (13/6), tercatat 1.300 orang terjangkit Covid-19.

“Untuk itu kami minta pengelola caffe atau hiburan malam taat pada Perwal nomor 26 tahun 2021 mengenai jam operasional dan protokol Kesehtan,” jelasnya.

Ditambahkannya, selama 13 hari di bulan Juni, sudah ada 9 tempat hiburan yang disegel sementara.

“Petugas akan bertindak tegas dan terus melakukan operasi, sekarang tidak ada baking-bakingan, kalau nekat dan melanggar tentunya akan kami segel, dan jika masih mengulang akan ditutup permanen,” terangnya.

Dituturkannya, baik Satpol PP, TNI Polri tidak akan main-main jika ada yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan.

“Patuhi aturan untuk menekan angka Covid-19. Kalau pemilik tempat hiburan tidak sadar dan patuh, Kota Semarang akan tetap tinggi penularan Covidnya,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: