Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat meninjau kebun porang milik Kelompok Tani “Semangat Millenial” binaan petani milenial Syaharuddin Alrif di Desa Talumae Kecamatan Watan Sidenreng Kabupaten Sidrap, Sabtu (5/6/2021). (libassonline)

Jakarta, libassonline.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong industri pengolahan komoditas porang semakin berkembang pesat, terutama pada industri olahan yang siap ekspor ke seluruh pasar mancanegara.

“Saya berharap semua orang di dunia ini tahu bahwa porang itu asalnya dari Indonesia. Tentu saya juga mendorong semua pihak dengan kekuatan pertanian yang semakin maju, mandiri dan modern ini mampu menghasilkan porang yang berkualitas,” kata Mentan Syahrul dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Mentan Syahrul saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik pengolahan porang di Kabupaten Madiun, mengatakan bahwa Indonesia adalah negara subur yang memiliki kecocokan untuk mengembangkan budi daya porang.

Menurut Mentan, perusahaan pengolahan porang harus didorong untuk lebih berkembang lagi, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Salah satu pesan spesifik Bapak Presiden adalah kembangkan komoditas Porang dan walet secara optimal. Nah dalam hal ini Kementan baru menanganinya tahun 2020. Porang memang sudah ada, walet juga sudah ada, tapi belum dalam intervensi secara khusus. Hari ini kita akan intervensi,” kata Mentan.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong budi daya porang dengan melepas varietas unggul Madiun 1 yang memiliki keunggulan cepat panen dan hasil yang berkualitas. Tercatat, luas tanam tahun 2021 untuk Kabupaten Madiun mencapai 752 hektare dan akan ditambah menjadi 800 hektare pada tahun 2022 mendatang.

Sementara Anggota Komisi IV DPR RI Ema Umiyyatul Chusnah mengapresiasi upaya Kementan yang terus mempersiapkan bibit porang unggul untuk kebutuhan industri berkualitas dan mendorong budi daya tanaman porang di Jawa Timur.

“Porang sangat luar biasa. Nilainya juga luar biasa. Apalagi porang ini bisa ditanam di segala situasi, baik yang banyak pohon (dataran tinggi) maupun dataran rendah. Jadi memang sangat luar biasa. Saya juga melihat dari Balitbangtan sudah berupaya menyediakan bibit porang yang lebih cepat panen. Dan ini harus kita apresiasi,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: