PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (libassonline)

Jakarta, libassonline.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berencana untuk menjalankan kegiatan usaha kebandarudaraan termasuk investasi pada Bandara Internasional Hang Nadim, Batam dengan pengelolaan 25 tahun.

Untuk itu, Perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menyetujui rencana tersebut pada 2 September 2021.

Perseroan menyampaikan rencana tersebut setelah memperoleh penunjukkan dari Panitia Pengadaan Proyek KPBU Bandara Hang Nadim di bawah Badan Pengusahaan Kawasan Batam (BP Batam) di mana WIKA akan melaksanakan kegiatan manajemen infrastruktur bandara dan penunjangnya, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (28/7/2021)

Perseroan bersama dengan PT Angkasa Pura I (AP 1) dan Incheon International Airport Corporation (IIAC) telah membentuk Konsorsium AP1-IIAC-WIKA yang telah ditetapkan sebagai pemenang pelelangan proyek KPBU Bandar Udara Hang Nadim dan untuk selanjutnya Konsorsium diwajibkan untuk membentuk Perusahaan Patungan/Badan Usaha Pelaksana (BUP) untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang kebandarudaraan.

“Latar belakang Perseroan berencana menjalankan kegiatan usaha di bidang kebandarudaraan dalam rangka pengembangan usahanya melihat potensi usaha bandar udara memiliki fungsi sebagai akses hubungan internasional yang pengelolaannya diharapkan dapat menambah portofolio proyek strategis bagi Perseroan,” tulis keterangan manajemen WIKA.

WIKA juga menjelaskan manfaat dari rencana penambahan kegiatan usaha dalam bidang perbandarudaraan diantaranya, berpotensi memperoleh Omset Kontrak (OK) konstruksi atas ham right to match; potensi pendapat recurring selama masa kerjasama; terdapat potensi aset recycling setelah COD dengan nilai > PBV; dan memperoleh transfer knowledge dalam bisnis aviasi.

berdasarkan tingkat Profitability Index (PI) pada discount rate 11,18 persen menunjukkan nilai 1,145 kali atau lebih besar dari 1 dan demikian proyek ini dalam kondisi layak dan pengujian atas proyeksi keuangan yang dilakukan selama 25 tahun, tingkat Net Present Value (NPV) pada discount rate 11,18 persem menunjukkan nilai NPV positif sebesar Rp681,63 miliar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *