kerabat melayat ke rumah istri aktivis HAM Widji Thukul, Dyah Sujirah alias Sipon, di Jagalan, Kecamatan Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (6/1/2023). (Libassonline.com)
kerabat melayat ke rumah istri aktivis HAM Widji Thukul, Dyah Sujirah alias Sipon, di Jagalan, Kecamatan Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (6/1/2023). (Libassonline.com)

Surakarta (Libassonline.com) – Istri aktivis hak asasi manusia (HAM) Widji Widodo atau Wiji Thukul, Dyah Sujirah, meninggal dunia di usia 55 tahun akibat serangan jantung di RS Hermina, Surakarta, Kamis (5/1).

Jenazah ibu dari Fajar Merah dan Fitri Nganti Wani itu dimakamkan di TPU Purwoloyo, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Jumat, pukul 10.00 WIB.

Juru bicara keluarga, sekaligus sahabat Dyah Sujirah atau Sipon, Hastin Dirgantari saat dikonfirmasi di Surakarta, Jumat, mengatakan sebelum meninggal dunia Sipon sempat mengeluhkan dan sesak napas. Sipon juga diketahui menderita penyakit diabetes, yang sebelum meninggal dunia angka gula darahnya mencapai 500.

Hastin mengatakan kesehatan ibu dua anak tersebut sudah menurun sejak dua pekan terakhir.

“Tadi malam (Kamis) ke dokter, kemudian dicek gula darahnya 500-an, tapi tensi (darah) rendah 80/60. Dokter langsung menyatakan harus dibawa ke rumah sakit,” kata Hastin.

“Saya salut sama adik saya, Sipon, pahlawan kampung. Semua (warga kampung) nggak punya sertifikat, jadi punya sertifikat. Itu perjuangan Sipon,” kata Sarijo.

Kakak Sipon, Sarijo, mengenang Sipon selama ini terkenal suka memperjuangkan hak rakyat kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: