Pihak kepolisian Polda Kepri mengecek bahan logistik yang akan dibawa ke lokasi kejadian. (Libassonline.com/HO-Humas Polda Kepri)
Pihak kepolisian Polda Kepri mengecek bahan logistik yang akan dibawa ke lokasi kejadian. (Libassonline.com/HO-Humas Polda Kepri)

Batam (Libassonline.com) – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengirim sebanyak 112 orang personel tambahan untuk membantu evakuasi dan penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di Serasan Timur, Kabupaten Natuna, Senin (6/3).

“Polda Kepri mengirimkan personel tambahan sebanyak 112 personel dalam rangka evakuasi dan penanganan bencana alam tanah longsor di Serasan Timur, Kabupaten Natuna, hari ini,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt di Batam, Kepulauan Riau, Selasa.

Dia menjelaskan 112 orang personel itu terdiri atas Satuan Brimob sebanyak 59 orang, Ditsamapta (31 orang), Bidokkes (8 orang), Inafis (3 orang), Bidpropam dan Bidhumas masing-masing dua orang.

“Sedangkan tujuh orang lainnya sudah terlebih dahulu diberangkatkan menuju lokasi menggunakan pesawat,” kata dia.

Dia menyebutkan ratusan personel itu akan diberangkatkan dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur ke Pelabuhan Tanjung Uban pada Selasa siang dan pada pukul 19.00 WIB direncanakan berangkat ke Natuna menggunakan kapal dari PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) setelah pengumpulan logistik yang akan dibawa ke lokasi bencana.

“Mereka diperkirakan sampai ke Serasan pada hari Kamis (9/3) sekitar pukul 17.00 WIB,” ucapnya.

Untuk logistik yang dibawa personel berupa logistik bantuan sosial untuk korban bencana tanah longsor, bekal personel, peralatan evakuasi seperti kantong jenazah, cangkul, sekop, tempat tidur lapangan, serta peralatan SAR lainnya.

“Kami juga membawa kendaraan bermotor R2 Brimob sebanyak 14 unit serta obat-obatan,” katanya.

Kabid Humas menambahkan informasi yang diterima menyebutkan di lokasi kejadian sampai saat ini ada enam orang korban meninggal dunia yang sudah dievakuasi. Korban selamat serta dirawat sebanyak tiga orang, sementara puluhan orang dikabarkan masih dalam pencarian.

“Kemungkinan korban jiwa akan bertambah, karena pada saat kejadian warga di lokasi sedang kerja bakti,” ujar Harry.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Riau (BPBD Kepri) mencatat sebanyak 27 unit rumah warga tertimbun tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Senin (6/3).

Kepala BPBD Kepri Muhamad Hasbi yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa, mengatakan sebanyak 10 orang meninggal dunia dalam bencana tersebut, empat orang di antaranya belum teridentifikasi.

Petugas menerima laporan dari warga sekitar lokasi kejadian bahwa sebanyak 42 orang belum kembali ke rumah. Pemerintah menyatakan 42 orang itu hilang, namun belum dapat dipastikan apakah menjadi korban tanah longsor tersebut atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: